Selasa, Oktober 26, 2010

weldcompt 2011

WELDING COMPETITION
TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2011


SMK MUHAMMADIYAH 1 KOTA TEGAL
WITH
PT. MULTI MAYAKA-JAKARTA


PESERTA :
GURU/INSTRUKTUR/TOOLMAN SMK SE-JAWA TENGAH (TIAP SMK BOLEH MENGIRIMKAN LEBIH DARI SATU PESERTA LOMBA)

WAKTU DAN TEMPAT :
SELASA 11 JANUARI 2011- KAMIS 13 JANUARI 2011
DI SMK MUHAMMADIYAH 1 KOTA TEGAL
JL. PERINTIS KEMERDEKAAN NO.95 TEGAL (0283)358132

BIAYA :
SETIAP PESERTA DIKENAI BIAYA RP.300.000,00 UNTK PENGGANTI PEMBELIAN BAHAN

FASILITAS :
MAKAN SIANG, COFFE BREAK, DAN SERTIFIKAT

MATERI :
SAMBUNGAN TUMPUL PELAT BAJA LUNAK POSISI 3G (SMAW DAN GMAW)

CONTACT PERSON :
PRIYAMBODO, SE : 081911681976
DRS. SUGIARTA, MT : 085869022905
ABDUL WAHAB, A.MD : 085725443105

Minggu, Juni 06, 2010

WELDING COMPETITION 2010




A. Pendahuluan
Pemberlakuan Era Perdagangan Bebas Asia-China (ACFTA) membuat dunia usaha dan dunia industri dalam negeri bergejolak. Demonstrasi yang dilakukan oleh buruh dan karyawan terjadi dimana-mana. Hal ini disebabkan karena produk china memiliki daya saing yang kompetitif dengan harga yang lebih rendah. Demikian pula dengan tenaga kerja dari luar negeri Yang memiliki keterampilan (skill) yang lebih baik tentunya akan mampu menggusur tenaga kerja yang ada didalam negeri.
Berawal dari keprihatinan itulah kami bermaksud mengadakan Lomba Kompetensi Pengelasan Tingkat Kota/kab. Tegal guna memberikan persiapan dan pembekalan lebih dini kepada tenaga kerja domestik agar mampu bersaing dan ‘ berbicara ‘ ditingkat nasional, regional bahkan internasional.

B. Tujuan
Tujuan di selenggarakannya Welding Competi- tion 2010 adalah :
o Memperkenalkan lebih dekat teknologi pengelasan kepada masyarakat
o Menumbuhkan Positive Image terhadap bidang keahlian teknik pengelasan yang selama ini di anggap sebelah mata
o Mengukur pencapaian kompetensi pengelasan dari peserta lomba
o Mempersiapkan tenaga kerja yang professional dalam bidangnya sehingga dapat bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain
o Menaikkan citra peserta lomba / institusi yang diwakilinya


C. Peserta Lomba
Peserta Welding Competition 2010 ini adalah untuk umum seperti : perorangan, karyawan bengkel las, galangan kapal, konstruksi, dlsb. Sedangkan persyaratan usia dari umur 23 – 55 tahun.
( Perusahaan / Institusi boleh mengirimkan lebih dari satu peserta lomba ).

D. Biaya Lomba
Untuk tiap peserta dikenakan biaya masing - masing sebesar Rp. 40.000, ( Empat puluh ribu rupiah ) sebagai ganti pembelian bahan ( pelat dan elektroda las ).

E. Materi Lomba
Nama Jenis Peralatan Durasi Waktu
Sambungan tumpul pelat baja lunak posisi 3G (Vertical Position) Las Listrik
(SMAW) 180 Menit

F. Peralatan dan Bahan
1. Peralatan yang disediakan panitia
No Nama Spesifiksasi Jumlah
1 Mesin Las DC Komplit Min. 250 A 1 Unit / Peserta
2 Welding Gauge Standar 1 Buah
3 Mesin Press Hidrolik 30 Ton 1 Buah
4 Besi Plat 200 X 100 X 10 mm 2 Buah
5 Elektroda Las E.6010/E.6011 ø 2.6 mm dan E.6013 ø 3.2 mm atau E.7016/8 ø 3.2 Secukup
nya
6 Gerenda Potong 2 X 100 1 Buah / Peserta
7 Electrode Dry Oven 15 Kg
. 200 º C 1 Buah
8 Paron 50 Kg 1 Buah
9 Sikat Kawat Baja
10 Palu Terak Standar

2. Peralatan yang harus dibawa oleh peserta
No Name Spesifikasi Jumlah
1 Apron / Jaket Kulit 1 Buah
2 Helm Las Standar 1 Buah
3 Sepatu Las 2 Ton 1 Buah
4 Kacamata Las Bening 1 Buah
5 Sarung tangan las Kulit 1 Set
6 Wearpak Standar 1 Buah
7 Gerenda tangan 220-240 V 1 Buah

G. Pelaksanaan Lomba
Tempat Lomba
Welding Competition 2010 akan dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 95 Tegal Telpon ( 0283 ) 358132.
Contac Person : PRIYAMBODO, SE 08191 168 1976

Jadual Lomba
Lomba akan dilaksanakan mulai hari Selasa 29 Juni 2010 sampai dengan Rabu 30 Juni 2010.
Technical Meeting : Senin, 28 Juni 2010 jam 09.30 di Kampus SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal

H. Juri, Tim Teknis dan Koordinator Lomba
1. Penanggung Jawab Lomba adalah merupakan koordinator mata lomba
2. Juri atau penilai sekurang-kurangnya terdiri dari tiga orang yang memenuhi kriteria sebagai berikut
 Menguasai pekerjaan pengelasan khususnya SMAW / MMAW
 Sekurang - kurangnya memiliki sertifikat welder tingkat nasional
 Berpengalaman di bidang pengujian hasil las
3. Jumlah anggota tim teknis sekurang-kurangnya dua orang
4. Menguasai teknik penginstalasian dan pengoperasian mesin las
5. Menguasai teknik pengoperasian peralatan untuk pengujian hasil las


I. Tata Tertib Peserta Lomba

1. Membawa peralatan yang telah ditentukan
2. Membayar biaya pendaftaran
3. Hadir ditempat lomba sekurang-kurangnya 15 menit sebelum lomba dimulai
4. Mengikuti Technical Meeting

Tegal, Mei 2010
Ketua Lomba,


PRIYAMBODO, SE

Rabu, April 14, 2010

Penawaran

Penawaran bagi anda yang membutuhkan peralatan bengkel khususnya di bidang pengelasan sebagai beikut :

1. Batu Gerinda OPT(100x6x16 mm)
2. Batu Gerinda Titan(100x254x16mm)
3. Batu Gerinda Cutt OPT (300x32x254)
4. Batu Gerinda Cutt(100x6x16)
5. Travo Listrik (Las)
6. Elektroda Merk Lion diameter 2.6
7. Elektroda Merk Apollo diameter 2.6
8. Elektroda Merk NK diameter 8.6

Hubungi saya sekarang juga

TERIMA KASIH

Kamis, Januari 29, 2009

PINGIN BUAT KAOS SESUAI KEINGINAN KAMU,, PESAN AJA DISINI ..

PRODUK KAMI


Kreasi 1



Harga : Rp 75.000,00



Harga : Rp 75.000,00



Harga 75.000,00



Harga : Rp 75.000,00

Kreasi 2


Harga : Rp 75.000,00

Model bisa menyesuaikan pesanan
(lengan, warna, kerah, ukuran, dan lain-lain)

Kelebihan produk kami adalah
1. Bahan katun yang kami gunakan berkualitas tinggi
2. Kualitas jahitan sangat rapi

Keuntungan bila membeli dari kami
1. Pembeli menghemat uang 25% dibanding membeli di toko
2. Pembeli tidak hanya memilih, tapi merealisasikan model yang diinginkan
3. Menghemat waktu dan pengeluaran Pembeli
4. Kami mengantar pesanan Pembeli sampai ke rumah
5. Wilayah cakupan pengiriman produk kami sudah mencapai seluruh Indonesia


Cara Pembelian
Konfirmasikan pesanan Anda, model, warna, ukuran, dan jumlah yang Anda inginkan (semakin rinci, semakin baik) melalui EMAIL YANG TERTERA DI PROFIL BLOG SAYA INI atau hubungi no. HP. saya di 081802660472.

Kamis, Desember 11, 2008

KETELADANAN NABI IBRAHIM

Kata uswah atau keteladanan dalam Al-Qur’an hanya ditujukan pada dua tokoh nabi yang sangat mulia, Nabi Ibrahim a.s. (Mumtahanah: 4,6) dan Nabi Muhammad saw. (Al-Ahzab: 21). Demikian juga gelar khalilullah (kekasih Allah) hanya disandang oleh kedua nabi tersebut. Begitu juga shalawat yang diajarkan Rasulullah saw. pada umatnya hanya bagi dua nabi dan keluarganya. Pilihan Allah ini sangat terkait dengan risalah yang telah dilakukan oleh keduanya dengan sangat sempurna.
Sejarah dan keteladan Nabi Muhammad saw. telah banyak disampaikan. Dan pada kesempatan ini marilah kita sedikit menyingkap sejarah dan keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya. “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.’ Ibrahim berkata, ‘(Dan saya mohon juga) dari keturunanku.’ Allah berfirman, ‘Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim.’” (Al-Baqarah: 124)
Berkata Ibnu Abbas r.a., “Belum ada para nabi yang mendapatkan ujian dalam agama kemudian menegakkannya dengan sempurna melebihi Ibrahim as.” Ibnu Abbas banyak menyebutkan riwayat tentang ujian yang dilaksanakan Ibrahim a.s, di antaranya manasik atau ibadah haji; kebersihan, lima pada bagian kepala dan lima pada tubuh. Lima di bagian kepala yaitu mencukur rambut, berkumur, membersihkan hidung, siwak, dan membersihkan rambut. Lima pada bagian tubuh yaitu menggunting kuku, mencukur rambut bagian kemaluan, khitan, mencabut rambut ketiak, dan istinja.
Dalam riwayat lain Ibnu Abbas mengatakan, ”Kalimat atau tugas yang dilaksanakan dengan sempurna yaitu meninggalkan kaumnya ketika mereka menyembah berhala, membantah keyakinan raja Namrud, bersabar ketika dilemparkan ke dalam api yang sangat panas, hijrah meninggalkan tanah airnya, menjamu tamunya dengan baik, dan bersabar ketika diperintah menyembelih putranya.
Firman Allah yang berbunyi ‘faatammahunna’ mengandung makna bahwa tugas yang diperintahkan kepada Ibrahim dilaksanakan dengan segera, sempurna, dan dilakukan semuanya. Menurut Abu Ja’far Ibnu Jarir, “Yang di maksud ‘kalimat’ boleh jadi mengandung semua tugas, atau sebagiannya. Tetapi tidak boleh menetapkan sebagian (tugas) tertentu kecuali ada dalil nash atau ijma’ yang membolehkannya.
Ibrahim Dan Kaumnya
Ibrahim as. bin Nahur –dalam Al-Qur’an bapaknya dinamakan Aazar, tetapi yang lebih kuat bahwa Aazar adalah nama berhala yang dinisbatkan pada bapak Ibrahim, karena pekerjaannya yang senantiasa membuat berhala– adalah seorang yang mendapat karunia teramat besar dari Allah. Semenjak kecil beliau terbebas dari kemusyrikan bapak dan kaumnya. Ibrahim menjadi seorang yang hanif dan imam bagi manusia (An-Nahl: 120-121). Dan Ibrahim sangat bersemangat untuk mendakwahi bapaknya dan kaumnya agar hanya menyembah Allah saja. Ini adalah sunnah dakwah bahwa yang pertama kali harus didakwahi adalah orang tua dan keluarga, kemudian kaum dan penguasa.
Menurut pendapat yang kuat, Ibrahim lahir di kota Babil (Babilonia), Irak. Penduduk kota Babil menyembah berhala. Dan bapaknya termasuk orang yang ahli dalam membuat berhala. Ibrahim membantah penyembahan mereka, bahkan berencana untuk menghancurkan berhala-berhala itu. Peristiwa ini diabadikan dalam beberapa surat, di antaranya di QS. 21: 51-70, 26: 69-82, dan 37: 83-98.
Penduduk kota Babil memiliki tradisi merayakan Id setiap tahun dengan pergi keluar kota. Ibrahim diajak bapaknya untuk ikut, tetapi Ibrahim menolak dengan halus. Ia berkata, “Sesungguhnya Aku sakit.” (Ash-Shaaffat: 88-89). Dan ketika kaumnya pergi untuk merayakan Id, Ibrahim segera menuju penyembahan mereka dan menghancurkan dengan kampak yang ada di tangannya. Semua dihancurkan dan hanya disisakan satu berhala yang besar, dan kampak itu dikalungkan pada berhala itu. (Al-Anbiya’: 58)
Demikianlah, Ibrahim menghinakan penyembahan kaumnya. Sebenarnya mereka sadar akan kesalahan itu. Tetapi, yang berjalan pada mereka adalah logika kekuatan melawan kekuatan logika Ibrahim. Akhirnya mereka memutuskan untuk membakar Ibrahim (Ash-Shaaffat : 97; Al-Anbiya’: 68-70).
Ibrahim Dan Raja An-Namrud
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah Telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: ‘Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,’ orang itu berkata: ‘Saya dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berkata: ‘Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.’ Lalu, terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.”
Menurut ulama tafsir dan nasab, raja itu adalah Raja An-Namrud bin Kan’an, penguasa Babil. menurut As-Sudy, ”Debat ini terjadi antara Ibrahim dan Raja Namrud setelah Ibrahim selamat dari upaya pembunuhan dibakar api.” Zaid bin Aslam berpendapat, ”Ibrahim diutus pada raja yang diktator tersebut, memerintahkan agar beriman kepada Allah. Berkali-kali diseru agar beriman, tetapi terus menolak. Kemudian menantang Ibrahim a.s. agar mengumpulkan pengikutnya dan Namrud pun mengumpulkan rakyatnya lantas terjadilah debat yang disebutkan Al-Qur’an tersebut.” Sekali lagi kekuatan logika Ibrahim a.s. mengalahkan logika kekuasaan Namrud.
Kisah kematian Raja Namrud dan tentaranya disebutkan dalam Kitab al-Bidayah wa an-Nihayah Ibnu Katsir. Namrud mengumpulkan tentara dan pasukannnya saat terbit matahari. Kemudian Allah mengutus nyamuk yang menyebabkan para tentara dan pasukannya tidak dapat lagi melihat matahari. Nyamuk-nyamuk besar itu memakan daging dan darah mereka dan meninggalkan tulangnya. Salah satu nyamuk masuk ke hidung Raja Namrud dan diam di sana selama 400 tahun sebagai bentuk adzab Allah atas raja itu. Selama waktu itu pula Namrud senantiasa memukuli kepalanya hingga ia mati.

Ibrahim Dan Keluarganya Hijrah Ke Baitul Maqdis
Setelah selamat dari upaya pembunuhan kaumnya dan setelah terbebas dari kezhaliman Raja Namrud, Ibrahim a.s. bersama istrinya, Sarah, bapak, dan saudara sepupunya, Luth a.s. hijrah menuju Syam. Tepatnya ke Baitul Maqdis, Palestina (Ash-Shaaffat: 99).
Di tengah jalan, di daerah Haran, Damasqus, bapaknya meninggal. Ibrahim bersama keluarganya menetap sementara di Haran. Penduduk kota ini menyembah bintang dan berhala. Di kota ini Ibrahim a.s. menyinggung dan menentang penyembahan mereka yang menyembah bintang, bulan, dan benda langit lainnya. Kisah ini diabadikan dalam Alquran surat 6:75-83.
Ibrahim a.s. dan keluarganya melanjutkan perjalanan ke Baitul Maqdis setelah sebelumnya mampir di Mesir. Dari Mesir Ibrahim a.s. mendapat banyak hadiah harta, binatang ternak, budak, dan pembantu bernama Hajar yang keturunan Qibti, Mesir. Di Baitul Maqdis Ibrahim a.s. mendapat penerimaan yang baik.
Selama dua puluh tahun tinggal di Baitul Maqdis, Ibrahim a.s. tidak mendapatkan keturunan sehingga istrinya, Sarah, merasa kasihan dan memberikan budaknya pada Ibrahim. Berkata Sarah pada Ibrahim, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan aku untuk mendapatkan anak. Masuklah pada budakku ini, semoga Allah memberi rezki anak pada kita.”
Setelah itu, lahirlah Ismail a.s. Tetapi Sarah merasa cemburu berat. Akhirnya, Ibrahim a.s. membawa Hajar dan putranya ke suatu tempat yang disebut Gunung Faran (Mekah sekarang), suatu tempat yang sangat tandus, padang pasir yang tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Dan tidak lama setelah kelahiran Ismail a.s., Allah juga memberi kabar gembira bahwa dari perut Sarah akan lahir seorang anak. Lahirlah Ishaq a.s. Ibrahim a.s. sujud, bersyukur atas karunia yang sangat besar ini. Puncak kenikmatan yang diberikan Allah kepada Ibrahim adalah kedua putra itu kelak menjadi nabi dan secara turun-temurun melahirkan nabi. Dari Ishak a.s. lahir Ya’kub dan Yusuf a.s. serta keluarga nabi dari Bani Israil. Sedangkan dari keturunan Ismail a.s. lahirlah Nabi Muhammad saw.
Pengorbanan Ibrahim Dan Keluarganya
Episode berikutnya dilalui Ibrahim a.s. dan keluarganya dengan pengorbanan demi pengorbanan. Tidak ada pengorbanan yang lebih besar dari seorang kepala rumah tangga melebihi pengorbanan meninggalkan putra dan istri yang paling dicintainya. Tetapi itu semua dilakukan Ibrahim dengan penuh ikhlas menyambut seruan Allah, yaitu seruan dakwah. Peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Qur’an di surat 14:37-40.
Disebutkan dalam riwayat, ketika Ibrahim a.s. akan meninggalkan putranya, Ismail, istrinya, Hajar, saat itu dalam kondisi menyusui. Ketika Ibrahim meninggalkan keduanya dan memalingkan wajah, Hajar bangkit dan memegang baju Ibrahim. “Wahai Ibrahim, mau pergi ke mana? Engkau meninggalkan kami di sini dan tidak ada yang mencukupi kebutuhan kami?” Ibrahim tidak menjawab. Hajar terus-menerus memanggil. Ibrahim tidak menjawab. Hajar bertanya, “Apakah Allah yang menyuruhmu seperti ini?” Ibrahim menjawab, “Ya.’ Hajar berkata, “Kalau begitu pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kita.”
Tapi, itu bukan puncak pengorbanan Ibrahim dan keluarganya. Puncak pengorbanan itu datang dalam bentuk perintah yang lebih tidak masuk akal lagi dari sebelumnya. Ibrahim diperintah untuk menyembelih Ismail (Ash-Shaaffat: 102-109).
Rujukan : www.dakwatuna.com

PENGORBANAN HAKIKI

Pengorbanan Membuahkan keberkatan

" Kisah dan keteladanan Ibrahim a.s. memberikan pelajaran yang sangat dalam kepada kita bahwa pengorbanan akan melahirkan keberkahan. Ibrahim menjadi orang yang paling dicintai Allah, khalilullah, imam, abul anbiya (bapak para nabi), hanif, sebutan yang baik, kekayaan harta yang melimpah ruah, dan banyak lagi. Hanya dengan pengorbananlah kita meraih keberkahan.Dari pengorbanan Ibrahim dan keluarganya, Kota Makkah dan sekitarnya menjadi pusat ibadah umat manusia sedunia. Sumur Zamzam yang penuh berkah mengalir di tengah padang pasir dan tidak pernah kering. Dan puncak keberkahan dari itu semua adalah dari keturunannya lahir seorang manusia pilihan: Muhammad saw., nabi yang menjadi rahmatan lil’alamiin. Pengorbanan akan memberikan keberkahan bagi hidup kita, keluarga, dan keturunan kita. Pengorbanan akan melahirkan peradaban besar. Kisah para pahlawan yang berkorban telah membuktikan aksioma ini: Ibrahim dan keluarganya –Ismail, Ishaq, Siti Sarah dan Hajar; Muhammad saw. dan keluarganya –siti Khadijah, ‘Aisyah, Fatimah, dan lain-lain."

Cinta perlukan pengorbanan!
kita selalu mendengar perkataan ini , tapi sayang sama sekali tidak diletakkan pada tempatnya. Cinta memang perlukan pengorbanan! jika yang dicintainya adalah ayah dan ibunya, isterinya, anak-anaknya, orang-orang soleh, ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan yang lebih utama dari itu pengorbanan mendapatkan cintaNya yang lebih agung dan nikmat dari segala jenis cinta dunia.


" EID MUBARAK"


" Tegakkanlah islam di dalam diri kamu nescaya ia akan tertegak di atas tanah air kamu " [ al-imam hassan al-hudhaibi ]

Assalamualaikum. Wr.Wb.

Selamat datang di Blog aq yang baru aja dibuat, semoga bisa kasih masukan ato saran n tambahan, tentunya untuk perbaikan yang selanjutnya, thx