Sabtu, September 17, 2011
Dosen FT meraih Juara II Nasional ajang SANG PENEMU TVRI dengan menciptakan alat bantu pembelajaran huruf braille
Mashoedah, M.T dosen Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta meraih juara II tingkat Nasional ajang Sang Penemu yang diselenggarakan TVRI dengan menciptakan Media pembelajaran huruf braille dengan tombol tekan dan penyuaraan (15 Agustus 2011). Setelah mengikuti ajang ini, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang juga menjadi salah satu juri tertarik untuk memproduksi alat ini secara masal yang mana pada tahap awal akan diproduksi dari 50-100 unit untuk didistribusikan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Indonesia.
Dosen yang hobi melukis ini menjelaskan latar belakang penciptaan alatnya adalah untuk memudahan para siswa tuna netra dalam belajar huruf braille. “Saya melihat metode pembelajaran huruf braille saat ini masih tergolong sangat konvensional, mayoritas metode pembelajaran di sekolah masih menggunakan peralatan sederhana seperti papan tulis braille (pantule) yang mana metode pembelajaran ini membuat siswa tidak mandiri karena selama proses pengajaran siswa harus terus didampingi oleh gurunya dan juga cukup berbahaya karena alat yang terbuat dari semacam paku itu dapat terlepas dengan bebas”, tuturnya.
Alat bantu baca huruf braille karya Mashoedah ini pada dasarnya sama dengan media pembelajaran huruf braille lainnya. “Saya hanya menambahkan inovasi teknologi pada alat ini diantaranya push button (tombol tekan) jenis toggle, voice chip dan mikrokontroller. Alat ini memiliki enam titik huruf braille yang kemudian digabung dengan konfigurasi huruf abjad dari A-Z dan angka 0-99,” jelasnya.
Proses kerja alat ini cukup sederhana, pertama, tombol yang telah terhubung dengan mikrokontroller jika ditekan secara otomatis akan membaca konfigurasi huruf, tanda baca, angka dan vokal konsonan. Setelah konfigurasi terbaca, mokrokontroller akan mengolah data dari tombol menjadi data penyuaraan yang dikerjakan oleh voice chip. Setelah proses pengerjaan suara selesai voice chip akan menginstruksikan pada siswa bagaimana tata cara pengoprasian alat ini.
Dosen yang lahir di Surabaya ini sempat 10 kali mengalami kegagalan dalam menciptakan alat yang menelan biaya Rp. 600.000,- ini. “Namun semangat saya tak pernah surut untuk menyelesaikan alat ini seperti semangat anak-anak tuna netra yang ingin terus belajar membaca untuk membuka wawasan dan mengakses segala informasi, bebernya. Alat ini, kata Mashoedah, memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan media-media yang sudah ada, yakni dengan alat ini siswa dapat lebih mandiri dalam belajar. Siswa dapat belajar sambil bermain karena alat ini ringan dan mudah dibawa karena juga dilengkapi dengan sumber dari daya baterai.
mash3
Sebagai langkah perlindungan karya intelektual media pembelajaran yang tergolong baru ini, Mashoedah pun mendaftarkan hak patennya ke Dirjen HKI dengan nomer pendaftaran P00201100173. Untuk pengembangangan ke depan, alat ini akan terus dikembangkannya sehingga anak-anak tunanetra bisa semakin mudah lagi dalam belajar huruf braille.(haryo)
WEDANG DONGO INOVASI MAHASISWA TEKNIK BOGA FT UNY
Konon, wedang dongo adalah minuman khas dari keraton Surakarta dan seiring berjalannya waktu, minumat hangat ini dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Selain sebagai penghangat badan, minuman ini juga mempunyai banyak khasiat karena dibuat dari berbagai macam rempah dan bahan alami lain yang mempunyai fungsi masing-masing dan tentunya produk ini tanpa bahan pengawet. Namun, berdasarkan survey mandiri yang dilakukan, saat ini masyarakat Solo mulai asing dengan wedang dongo apalagi dengan masyarakat diluar daerah Solo yang semakin tidak mengenal minuman ini. Patut disayangkan apabila kuliner ini perlahan mulai punah.
Hal ini yang mendasari, Woro dan Achsantiara, mahasiswi Teknik Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, untuk melakukan inovasi pada produk ini sehingga dapat menjaga eksistensi dan meningkatkan kepopulerannya. Woro menyatakan inovasi yang mereka lakukan adalah dengan menjadikan produk ini sebagai minuman instant sehingga tidak susah dalam membuatnya, konsumen dapat langsung menikmatinya dengan menyeduh dengan air panas dan minuman ini pun dapat disajikan dingin cukup dengan menambahkan es, lanjutnya. Selain itu berdasar survey yang mereka lakukan, sebagian masyarakat menganggap wedang ini mempunyai rasa yang monoton, oleh karenanya, kedua perempuan ini menambahkan pilihan variasi rasa, seperti vanilla, susu secang, mint dan juga memberi tambahan bahan isian yakni kolang kaling yang dikeringkan.
Dalam penjualannya, produk ini dipasarkan dalam bentuk pack yang berisi 5 sachet seharga Rp. 6.500 per packnya. Kemasan produk yang mereka buat pun cukup atraktif sehingga menarik minat dari konsumen. Pada Pameran Proyek Akhir di Benteng Vredenburg tahun 2010, produk ini mendapat respon cukup baik dari para pengunjung (haryo/ls)
GENERATOR INDUKSI IDE DJULIANTO MAHASISWA FT UNY
Djulianto mahasiswa Teknik Elektro, berinisiatif menghasilkan energi listrik dengan cara mengubah motor induksi sebagai generator dalam rangka memenuhi proyek akhirnya. Motor induksi diubah sebagai generator yang memiliki keunggulan dalam hal kesederhanaan dan murahnya biaya perawatan sehingga jenis motor ini banyak dipakai di lingkungan industri maupun rumah tangga. Ide ini menurutnya dipicu oleh fakta masih banyaknya daerah terpencil yang belum terjangkau listrik dari PLN. Padahal listrik atau penerangan sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar tidak ketinggalan dalam memperoleh informasi yang bertujuan untuk memajukan daerah tersebut dan peningkatan produktifitas masyarakat.
Menurut mahasiswa angkatan 2007 ini, generator induksi bisa di kembangkan untuk pembangkit listrik tenaga air atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) terutama untuk daerah terpencil yang belum terjangkau oleh aliran listrik dari PLN. Padahal di area-area tersebut terkandung potensi alam seperti gunung dan air terjun namun pemafaatannya belum optimal. Sehingga harapannya, teknik ini mampu menjadi alternatif Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang biaya operasionalnya lebih besar karena menggunakan bahan bakar minyak khususnya solar. Selain itu, PLTMH juga ramah lingkungan, tambahnya.
Hasil dari pengujian motor induksi 1 fasa sebagai generator menunjukkan bahwa sistem alat dapat bekerja sebagai generator karena sudah dapat menghasilkan tegangan. Kedepannya, Juli akan terus mengembangkan produknya ini terutama dalam pengarturan besaran tegangan dan frekuensi ( haryo/ ls)
ALAT PENDEKTEKSI KEBOCORAN LPG MELALUI SMS
Saat ini Liquefied Petroleum Gas atau sering kita sebut dengan gas LPG sudah tidak lagi menjadi barang mewah karena telah menjelma menjadi barang kebutuhan pokok rumah tangga. Meski demikian, kewaspadaan saat menggunakan LPG tetap tidak boleh dilupakan. Salah satu resiko penggunaan gas LPG adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas yang menyebabkan tabung gas LPG meledak. Penyebab utamanya kebocoran pada selang atau pada regulatornya yang tidak terpasang dengan baik.
Hal inilah yang mendasari Dafid Fajar Rianto, mahasiswa Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY membuat alat Deteksi Kebocoran Gas LPG menggunakan Mikrokontroler ATmega8535 melalui SMS”, sebagai Proyek Akhirnya. Mahasiswa angkatan 2006 ini menjelaskan, cara kerja alat diawali dengan mikrokontroler membaca sensor gas yang akan mendeteksi adanya kebocoran gas. Jika tidak ada kebocoran, LCD akan menampilkan “gas aman” namun jika terjadi kebocoran, mikrokontroler akan menghidupkan buzzer untuk memberikan peringatan kemudian memproses data untuk mengirim SMS dan LCD dengan menampilkan “awas gas bocor!”.
Dafid, kepada redaksi web, menuturkan dari hasil uji coba, alat ini telah sesuai dengan fungsi yang ditetapkan, yaitu dapat mendeteksi adanya kebocoran gas didepan sensor, dan memberi peringatan serta dapat mengirim pesan berupa SMS dari HP sistem ke HP user. Namun untuk pengembangan kedepannya, akan diusahakan agar sistem ini dapat mengirim ke dua nomor atau lebih, tuturnya (haryo/ls)
SERBUK LURU JAWA SEBAGAI MINUMAN SEHAT
Cacing tanah dengan nama latin lumricus rubbelus merupakan salah binatang yang dianggap menjijikan namun ternyata mempunyai banyak manfaat untuk menjaga kesehatan maupun sebagai alternatif obat tradisional. Cacing tanah memiliki banyak kandungan protein yang sangat baik untuk menjaga kesehatan atau pengobatan alami diantaranya protein 75%, asam amino 10.7%, tryptophan 4.4% dan tytosyn 2.25%. Salah satu manfaat terbesar dari cacing tanah adalah sebagai pengobatan alami untuk penyakit typhus/tipes atau demam namun untuk mengkonsumsinya secara langsung sebagian besar orang merasa jijik apalagi jika masih terlihat bentuk cacingnya.
Oleh karena itu sekelompok mahasiswa UNY yaitu Supriyanti dan Deni Setyarti dari prodi pendidikan matematika FMIPA UNY serta Sri Rahayu, Ni’matu Sholikhah dan Muhammad Fatkhul D. dari prodi pendidikan kewarganegaraan FISE UNY melakukan inovasi terhadap pemanfaatan cacing tanah dengan diracik sebagai minuman yang menghangatkan dan dapat digunakan sebagai obat yang mujarab untuk berbagai penyakit khususnya penyakit typus yang diberi nama serbuk luru jawa. Kreatifitas mereka ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan tahun 2011”.
Menurut Supriyati cacing tanah ini dibuat serbuk yang dicampurkan ke dalam bubuk jahe yang ditambah dengan gula. Karena sebagian besar orang suka minum wedang jahe sebagai penghangat tubuh, dengan adanya inovasi ramuan cacing tanah dengan bubuk jahe ini pasti akan disukai untuk dikonsumsi sebagai alternatif obat alami mencegah berbagai penyakit. Kata Supriyati, “Sedangkan nama serbuk luru jawa sendiri merupakan singkatan dari lumricus rubbelus alias cacing tanah dan jahe wangi. Muhammad Fatkhul D menjelaskan mereka memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai media perkembangbiakan cacing tanah (lumricus rubbelus) karena sangat bagus untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakan cacing tanah. “Apabila kita masukan 1 kg cacing tanah pada kotak berisi media campuran 1 kg serbuk gergaji yang telah kita rendam dalam air dengan 3 kg kotoran sapi yang sudah menghitam lalu kita berikan pakan dari ampas tahu, maka dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur,” kata Fatkhul. Setelah terlihat telurnya matang atau kekuningan pisahkan antara cacing induk dengan telurnya, induknya simpan ke media yang baru dan telur yang berada di media tadi kita biarkan selama kurang lebih dua minggu, maka telur tersebut akan menetas dan barulah diberi pakan secara rutin. Dalam waktu satu bulan kemudian atau paling lambat 6 minggu cacing tersebut telah jadi dewasa dan siap bertelur.
Deni Setyarti menambahkan cacing tanah dijadikan serbuk seperti kopi. Lalu dicampur dengan serbuk jahe sebagai penambah rasa dan aroma agar orang yang mengkonsumsinya tidak meras jijik. Dari 3 kg cacing hidup bisa menghasilkan 1 kg serbuk cacing kering dan 2 kg jahe segar menghasilkan 1 kg serbuk jahe kering. Serbuk jahe dan cacing diramu dengan menambahkan 8 kg gula pasir. “Dari ramuan ini kita bisa menghasilkan 6 kg serbuk minuman yang siap dikemas dalam 400 kemasan dengan komposisi 2,5 g serbuk cacing, 2,5 g serbuk jahe, dan 20 g gula pasir<” ujar Denny. Sementara Ni’matu Sholikhah mengungkapkan cara pembuatannya, yaitu cacing dicuci sampai bersih kemudian dikeringkan sampai benar-benar kering lalu digiling menjadi tepung atau serbuk. Sedangkan pembuatan serbuk jahe diawali dengan mencuci jahe sampai bersih kemudian diiris tipis-tipis dan dijemur di bawah terik matahari sampai kering kemudian digiling menjadi tepung atau serbuk. “Peramuan jahe wangi lumricus rubbelus yaitu dengan cara serbuk cacing dan serbuk jahe dicampur dengan gula pasir sesuai dengan komposisinya lalu diaduk sampai rata.” kata Sholikhah, (dedy/ls)
APLIKASI RUTE BUS TRANSJOGJA DAN INFORMASI KOTA YOGYAKARTA KARYA MAHASISWA FT
Juni Susanto, mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Informatika (TI) Fakultas Teknik UNY menciptakan aplikasi rute Bus Transjogja dan informasi wisata kota Yogyakarta berbasis J2ME sebagai penyelesaian skripsinya. Aplikasi ini merupakan suatu sistem yang dikembangkan pada mobile phone yang berisi tentang informasi rute bus Transjogja dan tempat wisata di kota Yogyakarta yang dapat diakses tanpa tergantung koneksi internet.
Santo, sapaan akrabnya, menjelaskan latar belakang pembuatan aplikasi ini karena beberapa media yang memberikan informasi tentang rute bus Transjogja dan tempat wisata di Yogyakarta masih memiliki banyak kekurangan, diantaranya informasi tentang Rute Bus Transjogja yang masih menggunakan media cetak yang kurang fleksibel dan sistem berbasis website yang masih menggantungkan pada koneksi internet yang di Yogyakarta masih belum merata. Sementara itu, para pengguna jasa Transjogja dan wisatawan yang datang ke kota Yogyakarta sangat membutuhkan informasi rute bus Transjogja dan tempat wisata di kota Yogyakarta seperti tempat wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner, wisata budaya dan wisata umum yang berada di dalam area kota Yogyakarta.
Kepada redaksi Web, mahasiswa asal Bantul ini menuturkan tentang fungsi kerja aplikasi ciptaanya, terdiri dari dua menu. Menu yang pertama, berisi informasi tentang rute bus Transjogja yang berfungsi untuk menunjukkan Info Rute, list Trayek bus Transjogja untuk rute 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, 3B, 4A dan 4B yang dapat dipilih untuk mengetahui rute yang dilewati, terdiri dari list tempat atau halte yang dilewati oleh sebuah Trayek Bus yang dipilih oleh user. Menu kedua tentang Info wisata, terdiri dari list jenis wisata yang dapat dipilih sesuai kebutuhan user. Jenis wisata yang ada dalam aplikasi ini adalah Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Kuliner dan Wisata Umum. Setelah memilih jenis wisata yang diinginkan kemudian akan ditampilkan list wisata yang ada di kota jogja sesuai jenis yang dipilih dan juga dilengkapi dengan gambar objek wisata dan keterangan singkat untuk objek yang dipilih.
Untuk pengembangan aplikasi ciptaannya, mahasiswa yang gemar bermain gadget ini ingin Aplkasi Rute Bus Transjogja dan Informasi Wisata lebih dikembangkan. Khususnya untuk informasi wisata, dapat ditambahkan wisata belanja, wisata pemancingan. Selain itu area lebih diperluas misalkan diseluruh DIYogyakarta dan juga dengan menambahkan lokasi keberangkatan dan tujuan yang lebih lengkap pada menu cari jalur. (haryo/ls)
DAUN BINAHONG PENCEGAH DIABETES
Binahong (Anredera Cordifolia) adalah tanaman obat yang berasal dari daratan Tiongkok yang dikenal dengan nama asli Dheng San Chi. Tumbuhan dikenal memiliki khasiat penyembuhan yang luar biasa dan telah ribuan tahun dikonsumsi oleh bangsa Tiongkok, Korea, dan Taiwan. Berdasarkan penelitian dalam daun binahong terdapat aktivitas antioksidan, asam askorbat, total fenol yang cukup tinggi, asam oleanolik dan protein tinggi yang mampu menstimulasi produksi nitrit oksida yang diberi nama ancordin. Dengan adanya kandungan zat-zat di atas daun binahong memiliki banyak khasiat diantaranya yaitu luka bakar, jerawat, nafsu makan kurang, melancarkan haid, menjaga stamina tubuh, muntah darah, kencing manis, sesak nafas, patah tulang, gatal-gatal, maupun gejala liver. Masyarakat mempercayai dan telah membuktikan daun binahong dapat digunakan sebagai obat diabetes, sehingga penggunaan daun binahong sebagai obat diabetes sudah menjadi tradisi. Saat ini produk olahan tanaman binahong hanya tersedia dalam bentuk kapsul dengan harga yang relatif mahal.
Karena itu sekelompok mahasiswa prodi pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Endah Dani Puspitaningrum, Amri Handayani, Alvani Nuzul Marfu’ah dan Ari Nurlitawati membuat inovasi produk olahan daun binahong dalam bentuk puding dengan nama “Deralia’s Pudding”. “Nama Deralia’s Pudding diambil dari singkatan nama ilmiah tanaman binahong yakni anredera cordifolia yang mempunyai tiga varian rasa yaitu original, melon, dan pandan,” jelas Amri. Inovasi ini berhasil mendapatkan dana dari Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2011 bidang Kewirausahaan.
Menurut Endah, Binahong mengandung sejumlah serat pangan potensial dimana serbuk umbi binahong memiliki kadar Acid Detergent Fiber (ADF) sebesar 5.64%, lignin 0.95%, substansi pektat 51.46%, sellulosa 0.13%, hemisellulosa 30.05%, Neutral Detergent Fiber (NDF) sebesar 31.13% dan Total Dietary Fiber sebesar 82.59%, sedangkan hasil uji proximat menunjukkan kadar air sebesar 8,49%, lemak 4,64%, abu 5,63%, protein 14,88%, karbohidrat 66,36% dan serat kasar sebesar 18,17%”. Sedangkan Alvani Nuzul Marfu’ah menjelaskan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pudding binahong ini adalah daun binahong 1 kg, agar-agar 1 bungkus, madu 0,5 kg, air dan perisa melon serta perisa pandan secukupnya. “Pertama kali daun binahong dicuci bersih lalu dicampur dengan air kemudian diremas dan disaring” kata Alvani. Kemudian masukkan dalam panci dan ditambah agar–agar dan madu secukupnya. Adonan dipanaskan di atas kompor sambil diaduk hingga mendidih. Tuang dalam cetakan, diamkan beberapa saat baru dimasukan dalam pendingin” tutupnya. (deddy/ls)
Langganan:
Postingan (Atom)
Assalamualaikum. Wr.Wb.
Selamat datang di Blog aq yang baru aja dibuat, semoga bisa kasih masukan ato saran n tambahan, tentunya untuk perbaikan yang selanjutnya, thx